- Sejarah Kota Mekkah
Mekkah Al-Mukarromah merupakan kota utama
yang ada di negara Arab Saudi, dan ini merupakan salah satu kota tujuan
utama bagi para ummat muslimin seantero dunia. Keberadaan Ka’bah telah
menjadi icon kota nan suci ini dan juga menjadi patokan arah
kiblat bagi ummat agama Islam dalam melaksanakan Sholat. Selain itu
Mekkah juga sebagai kota kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW, beliau
tumbuh hingga dewasa juga di kota ini.
Berabad abad sebelumnya kota ini sangatlah
gersang tidak memiliki tumbuhan sama sekali, dikarenakan cuaca yang
sangat panas dan curah hujan yang sangat rendah, sehingga air pun tidak
ada di kota ini. Untuk manusia yang pertama kali menghuni kota Mekkah
ini para sejarawan berbeda pendapat perihal siapa orang penghuni pertama
di kota ini. Ada yang mengatakan ia lah Nabi Ibrahim AS karena beliau
pernah berdoa’ :
رَبَّنَا إِنِّي
أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ
الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ
النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ
يَشْكُرُونَ
Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah
menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai
tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan
kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah
hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka
dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim: 37)
Beliiau tidak menyebutkan Balad (Negeri) tetapi menyebut Wadi (Lembah), artinya tempat itu sei tidak berpenghuni.
Ada pun ayat lain berbunyi:
إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ
“Sesungguhnya rumah yang mula-mula
dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di
Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS. Ali Imran: 96)
وَإِذْ يَرْفَعُ
إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا
تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim
meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya
berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami),
sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-Baqarah: 127)
Untuk ayat pertama menjelaskan bahwasannya
rumah yang pertama dibangun untuk manusia adalah rumah yang berada di
Bakkah atau Mekkah, padahal Nabi Ibrahim AS bukanlah manusia yang
pertama di ciptakan Allah SWT jadi bukan beliau lah yang merintis Kota
Mekkah. Dan pada ayat ke dua Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS bukanlah
orang yang pertama membangun Ka’bah tetapi mereka hanya meninggikan
bangunan tersebut.
Kesimpulan pendapat ke dua yang diatas
adalah, bahwasannya Kota Mekkah telah lebih dulu dibangun sebelum zaman
Nabi Ibrahim AS, dan bahkan ada yang menyebutkan bahwa kota Mekkah ini
mempunyai beberapa fase yang berbeda di setiap zamannya dimulai dari
kota ini pernah menjadi hijau dengan penuh tanaman yang banyak
menghiasinya hingga mengalami masa kegersangan. Maka dari itu Mekkah
disebut Ummul Qura’ ibunya negeri negeri.
Berdasar 2 penyataan diatas bisa kita
ambil kesimpulan bahwasannya, dua analisis masing masing memeliki
argumentasi yang kuat, bisa jadi yang pertama dan yang kedua benar dan
bisa jadi juga kemungkinan salah.
- Fiqih Tentang Mekkah
Adabeberapa peraturan yang terkait tentang kota Mekkah yaitu:
- Diperbolah kan tidak menggunakan pakaian Ihram, jika tidak berniat untuk melaksanakan ibadah Haji atau Umrah dan mewajibkannya jika berniat Haji dan Umrah dari batas memasuki wilayah tanah Mekkah
- Maksiat yang dilakukan di Kota Mekkah dosanya akan dilipat gandakan dari pada yang dilakukan di luar tanah Mekkah
- Pahala Shalat di Masjidil Haram sama dengan seratus rib kali shalat di tempat selain Masjidil Haram.
- Dibolehkan untuk melaksanakan Shalat (non wajib) dan Tawaf kapan saja walau bertepatan dengan waktu terlarang untuk shalat
- Tidak boleh memburu binatang yang hidup di Mekkah, barang siapa yang memburunya maka dia wajib membayar denda gantinya


